Iklan

Notification

×

Iklan

Iklan

Seorang Pria di Morotai Tewas Dibunuh Saat Mengasap Kelapa, Istrinya Juga Lecehkan

Minggu | Mei 05, 2024 WIB Last Updated 2024-05-05T10:49:42Z
iklan
Ilustrasi

MOROTAI, DETIKMALUT.com - Keheningan pagi di Desa Falila terguncang oleh tragedi mengerikan pada hari Minggu ini, saat seorang pria bernama Arga menjadi korban pembunuhan keji. Arga, warga Desa Falila, ditemukan tewas dengan luka parah di kepala saat sedang melakukan aktivitas mengasap kelapa di kebunnya sendiri.

Pelaku keji di balik pembunuhan ini adalah seorang pria bernama Refli (36) dari Kotamobagu, Manado, Sulawesi Utara. Refli diketahui telah melakukan aksi brutal ini pada waktu subuh, menyerang Arga secara tiba-tiba dengan memukulnya di bagian belakang kepala menggunakan benda tumpul. Saksi-saksi melaporkan bahwa pelaku kemudian menyeret korban ke dalam semak-semak.

Denfris Merek, Kepala Desa Falila, menyampaikan kronologi kejadian yang mengejutkan ini, yang diperoleh dari istri korban. Istri korban mengungkap bahwa saat itu mereka berdua, bersama anak-anak mereka, tengah sibuk mengasap kelapa. Namun, tiba-tiba terjadi serangan yang mengakhiri hidup Arga.

Setelah menganiaya Arga, pelaku tidak puas dengan perbuatannya. Dia pergi ke rumah kebun tidak jauh dari lokasi kejadian dan melakukan serangan keji lainnya, kali ini terhadap istri korban. Denfris menjelaskan bahwa istri korban mengalami pemukulan dan pemerkosaan yang mengerikan, dengan ancaman untuk tidak berteriak atau anak mereka akan menjadi korban selanjutnya.

Identitas pelaku yang berasal dari luar daerah membuat penegakan hukum menjadi lebih rumit. Ismail Salim, Kasat Reskrim Polres Morotai, menyatakan bahwa pelaku masih dalam pencarian, dengan informasi yang didapat menunjukkan bahwa pelaku diduga berasal dari luar Morotai.

Sementara korban telah dievakuasi ke rumah sakit untuk dilakukan visum, masyarakat Desa Falila terguncang dan ketakutan dengan kejadian tragis ini. Keberadaan pelaku yang masih bebas menimbulkan kekhawatiran bagi keamanan di desa tersebut, sementara proses penyelidikan terus berlanjut untuk membawa pelaku ke hadapan keadilan.***
×
Berita Terbaru Update