
![]() |
LABUHA, DETIKMALUT.com - Puluhan warga dari Desa Sayoang dan Desa Bori, Kecamatan Bacan Timur, Kabupaten Halmahera Selatan, berhasil dievakuasi oleh tim SAR gabungan setelah terjebak banjir akibat hujan deras yang mengguyur wilayah Maluku Utara pada Sabtu (22/3/2025).
Tim SAR menerima laporan bahwa sejumlah warga yang pergi ke kebun belum kembali ke rumah karena terjebak banjir. Beberapa korban bahkan sempat menghubungi keluarga mereka, mengabarkan bahwa mereka tidak bisa pulang akibat jembatan penghubung antara Desa Sayoang dan Desa Bori terendam banjir. Beberapa di antaranya harus berlindung di atas pohon untuk menghindari arus air yang semakin deras.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Ternate, Iwan Ramdani, menjelaskan bahwa pada pukul 20.00 WIT, tim Rescue Unit Siaga SAR Halsel bergerak menuju lokasi kejadian dengan menggunakan truk dan membawa perahu karet serta peralatan evakuasi.
Saat tiba di perbatasan antara Desa Sayoang dan Desa Bori, tim SAR menerima informasi tambahan bahwa ada 19 warga yang juga terjebak di jalur menuju lokasi kejadian. Tim kemudian memprioritaskan evakuasi terhadap mereka ke tempat yang lebih aman sebelum melanjutkan perjalanan untuk mencari empat korban lainnya.
Pada pukul 00.20 WIT, tim SAR gabungan berhasil mencapai lokasi kejadian dan segera melakukan proses evakuasi. Namun, upaya ini sedikit terhambat oleh hujan deras serta meningkatnya debit air.
Sesampainya di lokasi, jumlah korban yang harus dievakuasi ternyata lebih banyak dari laporan awal. Selain empat orang yang telah dilaporkan sebelumnya, ada enam orang lainnya yang juga terjebak banjir. Pada pukul 01.30 WIT, seluruh korban berhasil dievakuasi ke tempat yang lebih aman. Dari total 10 korban, tujuh orang dalam kondisi sehat, sementara tiga lainnya mengalami gejala hipotermia. Mereka segera diberikan pertolongan pertama sebelum dirujuk ke Puskesmas Babang untuk perawatan lebih lanjut.
Operasi penyelamatan ini menunjukkan kesigapan tim SAR dalam menghadapi situasi darurat akibat bencana alam. Warga diimbau untuk lebih berhati-hati dan segera melaporkan kejadian serupa kepada pihak berwenang guna mencegah risiko yang lebih besar.***